Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Konsumen Bermasalah dengan Pedagang, Marketplace Harus Tanggung Jawab

Gambar
Dilansir dari JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan, ketika konsumen memiliki masalah dengan merchant atau pedagang, maka marketplace sebagai perantara pun harus ikut bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah tersebut. " Marketplace ketika merchant dan konsumen bermasalah, dia punya tanggung jawab untuk mempertemukan dan menyelesaikan," ujar Pengurus Harian YLKI Sularsih kepada Kompas.com, Sabtu (10/11/2018). Hal ini karena, konsumen belum tentu tahu siapa, di mana dan bagaimana merchant yang ada dalam marketplace tersebut. Oleh karenanya, Sularsih mengimbau agar marketplace tidak lari begitu saja dari tanggung jawab tersebut. Namun, konsumen pun perlu mengetahui merchant sebelum membelanjakan uangnya untuk membeli barang. Lebih baik lagi jika konsumen juga mencari informasi sebanyak-banyaknya soal merchant yang menjual produk. "...

Ini Dia Tips Menjadi Pebisnis Pemula Ala Ciputra

dilansir dari JAKARTA, KOMPAS.com - Pebisnis properti kawakan Ciputra terkenal sebagai pebisnis yang tak pelit membagi ilmunya. Di usianya yang ke-81 tahun, Ciputra masih sibuk memberikan motivasi dan mentor para pewirausaha pemula. "Saat ini hanya sekitar 1 persen dari penduduk Indonesia yang menjadi wirausahawan. Padahal kita perlu banyak untuk itu. Sehingga saya tidak akan jenuh untuk menularkan virus wirausaha kepada semua orang," kata Ciputra saat memberikan sambutan Pelatihan Kewirausahaan di kantor Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (3/9/2012). Menurut Ciputra, menjadi pebisnis pemula bisa dimulai sejak di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Ciputra mencontohkan saat masuk ke pusat perbelanjaan, anak-anak jangan hanya diajak untuk membeli barang, tapi juga menjelaskan cara membuat barang apa saja yang diinginkannya tersebut. Misalnya saat anak minta kue, anak juga harus dijelaskan pemahaman tentang membuat kue tersebut. Secara pelan-pelan, anak-anak bisa...

Yuk, Intip Cara Berlajar Bisnis yang Mudah dan Murah

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.COM , Bagi ingin mencoba berbisnis, membanyangkan membuka usaha memang seolah sangat rumit dan kenyataan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Ini karena tak sedikit melihat pengalaman orang lain yang jatuh bangun serta dengan mudahnya gulung tikar saat mencoba peruntungan dari bisnis. Untuk berbisnis, dibutuhkan nyali yang kuat dan sifat pantang menyerah agar dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Sayangnya, yang terjadi kerap kali berbanding terbalik dengan apa yang diinginkan. Tapi, tak semua bisnis itu sulit dijalankan. Ada banyak jenis usaha yang sejatinya mudah bahkan hanya membutuhkan modal yang relatif cukup murah. Jika Anda benar-benar ingin terjun di dunia usaha, jangan ragu, mantapkan niat dan lakukan. Seperti dikutip dari Cermati.com , berikut cara belajar bisnis dengan mudah dan murah yang bisa Anda jadikan langkah awal untuk mewujudkannya dan merai...

MediaTek Siapkan "Face ID" ala iPhone X untuk Android Murah

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Teknologi pengenal wajah Face ID yang tersemat di iPhone X, disebut sukses memikat konsumen meski membuat harga perangkat menjadi mahal. Di segmen Android, baru beberapa vendor yang berani memasang teknologi yang disebut 3D Structured-Light itu dan tentu saja dijual dengan harga premium, seperti Xiaomi Mi 8 dan Oppo Find X. Patokan harga yang tinggi tentu mengikuti biaya produksi komponennya yang juga tidak murah. Agaknya, MediaTek, chip prosesor yang umum digunakan smartphone Android level menengah, akan membumikan teknologi ala Face ID iPhone X di ekosistem Android. Dengan demikian, ada kemungkinan ponsel ramah kantong juga bisa menikmati fitur tersebut ke depannya. Teknologi itu bernama "Active Stereo Depth" yang disebut akan kompatibel dengan chip Helio P60 dan Helilo P22. Di perangkat yang sudah ada, Helio P60 mengotaki Oppo F9 dan Helio P22 mengotaki Redmi 6. Namun perlu diperhatikan, jika MediaTek tidak akan memboyong semua senso...

Qualcomm Rilis Snapdragon Wear 3100, Chip Hemat Daya untuk Smartwatch

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Kabar soal Qualcomm yang akan meluncurkan chipset baru untuk arloji pintar atau smartwatch ternyata benar adanya. Pabrikan chip itu baru saja merilis Snapdragon Wear 3100, penerus lini system-on-chip (SoC) Snapdragon Wear 2100 yang kini sudah berusia dua tahun. Snapdragon Wear 3100 membawa salah satu pembaruan dalam hal ketahanan dayanya. Dengan Snapdragon Wear 3100, smartwatch diklaim mampu bertahan 4 hingga 12 kali lebih lama dibanding smartwatch yang ditenagai Snapdragon Wear 2100. Tentu saja, lamanya baterai bertahan juga dipengaruhi faktor lain seperti jenis layar yang digunakan, kapasitas baterai, dan konfigurasi perangkat. Misalnya, smartwatch yang memadukan kapasitas baterai 450 mAh dan Snapdragon Wear 3100 disebut akan bisa bertahan hingga 15 jam dengan GPS dan pemantau detak jantung yang aktif sepanjang waktu. Hal ini dipengaruhi oleh dukungan Personalized Sports Experiences yang dibawa Wear OS . Jika menggunakan mode ...

Permintaan Tinggi, Intel Kekurangan Stok Prosesor

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Perusahaan pembuat prosesor terkemuka, Intel, diketahui tengah berada dalam kondisi kekurangan pasokan chip. Hal ini disebut karena industri PC kembali meroket dan mendapat banyak permintaan. Permasalahan ini terungkap dari sebuah catatan yang ditulis oleh CEO sementara Intel, Bob Swan. Ia mengatakan meroketnya penjualan PC disebabkan karena besarnya permintaan untuk perangkat gaming. "Stok yang ada, tak diragukan lagi memang terbatas. Terutama pada pasar PC entry-level," ungkap Swan dalam catatannya. Kendati demikian ia meyakini bahwa stok yang dimiliki Intel masih mencukupi untuk memenuhi permintaan hingga setidaknya sampai akhir tahun ini. Di sisi lain, Intel berencana untuk memprioritaskan penjualan pada pasar premium termasuk prosesor Xeon dan Core. Rencana ini akan dilakukan dalam jangka pendek sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan untuk kebutuhan segmen atas. Dikutip KompasTekno dari TechCrunch, Senin (1/10/2018) perusahaan ...

Nama Standar WiFi Dianggap Rumit, Bakal Disederhanakan

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Meski sudah menjadi bagian dari kehidupan, tak sedikit yang tahu bahwa sebenarnya ada banyak jenis Wi-Fi di sekitar kita. Kesemua jenis Wi-Fi tersebut memiliki nama dan standarisasi masing-masing. Masing-masing standar memiliki kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. Misalnya standar 802.11a bisa mendukung bandwidth mencapai 54 Mbps di frekuensi 5 Ghz atau 802.11n yang bisa mencapai bandwidth 300 Mbps di frekuensi 2,4 Ghz dan 5 Ghz. Penamaan jaringan Wi-Fi ini kerap dianggap sesuatu yang tak praktis, sulit diingat, dan sulit dipahami. Karena itulah otoritas standar industri Wi-Fi, Wi-Fi Alliance memutuskan untuk mengubah standar penamaan ini. Perubahan nama Wi-Fi tak lagi menggunakan susunan angka teknis yang rumit dan sulit dihafal. Dikutip KompasTekno dari Android Authority, Jumat (5/10/2018), generasi terbaru WiFi yakni 802.11ax diubah menjadi WiFi 6. Selain itu WiFi Alliance juga mengubah nama teknis WiFi generasi sebelumnya yakni 802.11ac menja...